News

Loading...

Jumat, 16 Desember 2011

Tips mencari penyebab lampu mati

Mengganti bohlam lampu mungkin sadah jadi patokan utama bagi kita, ketika lampu kendaraan kita tidak menyala lagi. Tapi pernahkah kita memperhatikan apa penyebab lampu sepeda motor itu putus/ mati?. Selain karena umur lampu tersebut ada faktor lain yang bisa menyebabkan lampu mati. 
Dan berikut ini saya share beberapa penyebabnya:
Head Lamp Jupiter MX

Pertama.....
Ketahuilah system kelistrikan yang digunakan untuk lampu motor anda.

Umumnya lampu Sein, dan lampu Rem menggunakan arus/tegangan DC sedangkan lampu depan / utama dan lampu kabut menggunakan AC, tetapi beberapa jenis motor ada yang menggunakan DC untuk lampu depannya ( contoh Megapro, Tiger, Thunder dan sejenisnya ). Lampu yang menggunakan arus DC akan lebih stabil teganganya karena telah di stabilizer oleh regulator (ada yang menyebutnya keprok), jadi meskipun stationerinya tinggi arus relatif stabil. Dibanding dengan lampu yang menggunakan AC, meskipun sudah disetting untuk maximal out put dari lilitan spul nya oleh masing masing pabrikan, coba perhatikan motor jenis bebek/ matic ketika ditarik tuas gasnya maka lampu pun akan menyala lebih terang, itu artinya arusnya tidak stabil.
Saya tidak menyarankan anda untuk merubah kelistrikan lampu AC menjadi DC, tetapi coba perhatikan lampu2 moge (maksud saya selain jenis bebek dan matic) dan lampu2 mobil semua menggunakan arus DC karena lebih stabil, walaupun konsekwensinya anda harus rutin menge-cek Baterai/ Accu.

Kedua....
Jika sudah tahu sepeda motor anda menggunakan arus apa untuk Head Lamp nya,  maka ambil tindakan berikut :

1. Untuk arus AC, ukur dengan Multitester arusnya (jalur ke lampu) ketika tuas gas di tarik setengahnya, jika melebihi 12 volt maka anda harus menambahkan filter arus. Hati hati lampu putus lagi, sebaiknya lepaskan dulu socket lampunya saat melakukan pengukuran. Yang saya maksud filter disini adalah komponen elektronik yang dapat menahan arus berlebih, seperti IC type 7812 yang dirangkai dengan komponen lainnya. Bisa di cari di google dengan kata kunci " membuat catu daya 12 volt ".
2. Untuk arus DC, ukur dengan Multitester arusnya (jalur ke lampu) ketika tuas gas di tarik setengahnya, jika melebihi 12 vol maka ini menandakan ada masalah di Regulatornya (Kiprok), saya sarankan ganti kiprok saja biar cepat selesai masalahnya, tetapi jika ingin berkreasi dapat juga menggunakan "resep di atas".
Disarankan sekali anda memahami tentang elektronik dasar sebelum mencoba teknik tersebut.

Ketiga.....
Hindari menggunakan lampu yang dibawah standar pabrikan motor anda. Pada beberapa kasus, motor yang memakai lampu hologen yang tidak standar akan mengakibatkan fiting dan reflektornya hangus, meskipun nyala lampunya memang terang, saya sering menemui masalah seperti ini pada beberapa customer. Sekarang banyak jenis lampu yang menggunakan LED, selain cahayanya dapat terlihat lebih terang juga type LED ini disenyalir hemat Baterai/ Accu, ini lebih cocok untuk motor yang menggunakan arus DC untuk Head lamp nya.

Sekian terimaksih